Apa itu Desktop Environment Beserta Penjelasannya

Setelah kemarin saya memposting artikel yang berjudul Berkenalan dengan Linux, dan para pembaca sudah sedikit mengerti tentang linux, maka untuk memperdalam ilmu tersebut, saya menulis artikel yang berjudul Apa itu Desktop Environment Beserta Penjelasannya. Ok simak artikel dibawah ini.

Pengertian Desktop Environment

Desktop Environment, atau dalam bahasa indonesia adalah Lingkungan Desktop adalah sebuah antarmuka grafis (GUI) yang memperlihatkan kiasan desktop dilayar komputer modern. Desktop Environment adalah alternatif yang paling populer untuk antarmuka baris perintah (CLI) yang saat ini umum digunakan oleh pakar komputer.

Dengan adanya Desktop Environment akan mempermudah pekerjaan yang berhubungan dengan komputer. Mulai dari menjalankan program, bermain game, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan komputer. Umumnya sebuah Desktop Environment terdiri dari Icons, Window, Toolbar, Folder, Wallpaper, dan Desktop Widgets.

Untuk Sistem Operasi pertama yang menerapkan Desktop Environment adalaha Apple Lisa ciptaan dari Apple Inc. Namun sekarang, hampir seluruh Sistem Operasi yang ada, sudah menggunakan Desktop Environment demi alasaan User Friendly. Mulai dari Distribusi Linux, Mac OS, dan Windows. Namun diantara ketiga Sistem Operasi tersebut, hanya Distribusi Linuxlah yang paling fleksibel, karena Mac OS dan Windows tidak akan bisa berganti Desktop Environment secara bebas.

Karena fleksibiltas yang ditawarkan oleh Distribusi Linux, menjadikan Desktop Environment untuk Distribusi Linux menjadi sangat beragam. Namun didalam artikel ini hanya akan disampaikan 3 Desktop Environment yang terkenal didunia Linux.

Macam - Macam Desktop Environment

  1. GNOME

    GNOME Desktop Environment

    GNOME merupakan Desktop Environment yang sangat terkenal dijagat online, karena Desktop Environment ini juga digunakan untuk salah satu Distribusi Linux yaitu Ubuntu. Proyek GNOME dimulai pada Agustus 1997 oleh Miguel de Icaza dan Federico Mena sebagai proyek perangkat lunak bebas untuk mengembangkan lingkungan desktop dan aplikasinya. Untuk saat ini GNOME ditenagai oleh Framework GTK+, sehingga GNOME merupakan software Open Source.

    Kelebihan GNOME

    • Memiliki tampilan yang sangat User-Friendly

      Tampilan pada GNOME sangatlah modern, ditujukan untuk perangkat touchscreen.

    • Memiliki Komunitas yang Besar

      Semakin besar komunitas yang dimiliki software, maka semakin cepat pula perbaikan yang dilakukan apabila ditemukan sebuah kesalahan (Crash)

    • Digunakan Oleh banyak Sistem Operasi

      Sistem Operasi yang telah mengadopsi GNOME antara lain Ubuntu, Kali Linux, dan lain-lain

    • Memiliki aplikasi Utilitas yang sangat baik

    Kekurangan

    • Membutuhkan Memory yang lebih.

      Setiap Kelebihan pada GNOME harus dibayar setimpal dengan penggunaan yang cukup besar. Namun ini tidak akan bermasalah oleh komputer modern yang memiliki kapasitas Memory yang cukup Besar.

  2. KDE

    KDE

    KDE (K Desktop Environment) adalah lingkungan desktop (desktop environment) dan platform pengembangan aplikasi yang dibangun dengan toolkit Qt dari Trolltech. Keunggulan utama KDE adalah kemudahan pemakaian, fleksibilitas, portabitilis, dan kekayaan fitur. KDE dikembangkan sejalan dengan KDevelop, paket pengembangan perangkat lunak, dan KOffice, paket aplikasi office. Huruf “K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K” saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet Latin.”

    Huruf “K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K” saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet Latin.”

    KDE Merupakan pesaing dari Desktop Environment GNOME, kedua Desktop Environment ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang hampir sama atau mungkin sama. Beberapa Distribusi Linux yang menggunakan KDE sebagai Desktop Environment utama adalah KUbuntu.

  3. Xfce

    XFCE

    Merupakan salah satu Desktop Environment yang cukup ringan untuk digunakan dalam pemakaian sehari-hari, walaupun ringan, desktop environment ini bisa dibuat lebih menarik dengan beberapa tambahan. Tujuan dari diciptakan Desktop Environment ini adalah cepat, ringan, menarik secara visual dan mudah digunakan.

    Xfce bersifat modular dan dapat digunakan lagi. Ia terdiri dari komponen-komponen yang terpisah yang secara bersama menyediakan fungsi desktop sepenuhnya, namun komponen-komponen tersebut juga dapat dipilih dalam subset untuk membuat lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Xfce digunakan karena kemampuannya untuk menjalankan desktop modern pada perangkat keras yang relatif sederhana.

    Proyek ini dimulai pada tahun 1996 oleh seseorang yang bernama Olivier Fourdan. Nama Xfce awalnya adalah singkatan dari XForms Common Environment, tetapi kini Xfce telah ditulis ulang dan tidak lagi menggunakan XForms. Namanya tetap dipakai, namun tidak lagi dengan huruf kapital “XFCE”, tetapi sebagai Xfce. Para pengembangnya menyatakan bahwa nama tersebut bukanlah singkatan.