Menampilkan artikel pada kategori Linux

Yuk ! Move On Dari MySQL ke MariaDB

Yuk ! Move On Dari MySQL ke MariaDB

Bagi pembaca yang menggunakan aplikasi semacam XAMPP diwindows atau LAMP dilinux, mungkin kurang sadar kalau sebenarnya 2 aplikasi ini sudah tidak menggunakan Database MySQL.

Darimana saya tahu ?, saya mengamati ketika membuka phpmyadmin dan melihat nama servernya bukanlah MySQL tetapi berganti menjadi MariaDB (nb: ini untuk aplikasi XAMPP/LAMP versi terbaru).

Terus apakah ini akan menimbulkan masalah besar ?, jawabannya tidak , berikut penjelasannya.

Mengenal Apa itu MariaDB

MariaDB merupakan database hasil pengembangan dari MySQL, berbeda dengan MySQL yang dikembangkan oleh Oracel karna memang sudah diakuisisi oleh Oracel, MariaDB dikembangkan oleh komunitas yang sebelumnya juga ikut mengembangkan MySQL.

Karena MariaDB dikembangkan oleh komunitas bersama dengan pemilik asal dari MySQL yaitu Michael Widenius, tentu MariaDB menjadi aplikasi Open Source, berbeda dengan MySQL yang sekarang dikembangkan oleh Oracle.

Walaupun secara nama kedua database ini berbeda, tetapi MariaDB memiliki kompatibilitas terhadap semua API dari MySQL, sehingga apa yang berjalan diMySQL juga akan berjalan diMariaDB.

Alasan Pembuatan MariaDB

Setelah diakuisinya MySQL oleh Oracle, banyak orang yang meragukan dan khawatir pengembangan MySQL untuk kedepannya, takut apabila suatu saat MySQL menjadi Proprietary dari sebelummnya yang bersifat Open Source.

Maka sang pemilik dan pembuat dari MySQL melakukan Fork (copy) terhadap repository MySQl dan mengembangkannya menjadi Database baru yang memiliki banyak fitur serta akan seterusnya bersifat Open Source dengan nama MariaDB, yang diambil dari nama salah satu anaknya yaitu Maria. Sama dengan MySQL yang diambil dari nama anaknya yaitu My.

Apakah MariaDB kompatibel dengan MySQL

Sudah dijelaskan diatas apabila MariaDB mengadopsi seluruh API pada MySQL, sehingga semua perintah yang berjalan di MySQL juga akan berjalan sempurna bahkan lebih efektif di MariaDB.

Bahkan seluruh aplikasi yang menggunakan MySQL akan berjalan sempurna apabila menggunakan MariaDB, contohnya saja PHPMyAdmin.

MariaDB lebih baik dari MySQL

Kenapa saya bilang seperti ini ?, berikut alasannya

  1. Pengembangan MariaDB Lebih Terbuka dan Cepat

    Pengembangan MariaDB lebih terbuka dan cepat jika dibandingkan dengan MySQL. Oracle memang masih mengembangkan MySQL dan bahkan Oracle telah mempekerjakan pengembang baru MySQL yang kompeten setelah sebagian besar pengembang aslinya mengundurkan diri. Namun pada setiap rilis terbarunya MySQL, Oracle jarang mempublikasikan perubahan – perubahan pada MySQL, mungkin hanya sebagian perubahan yang dipublikasikan.

    Sedangkan pengembangan MariaDB sangat terbuka. Semua perubahan, penambahan fitur dan peningkatan dapat diketahui secara terbuka dan kita dapat berpartisipasi dalam pengembangannya pada mailing list publik yang telah dibuat sejak tahun 2009.

  2. Lebih Cepat dan Transparan Dalam Rilis Keamanan
    Oracle memiliki aturan dalam membuat rilis keamanan hanya setiap 3 bulan sekali untuk semua produknya dan rilis untuk fitur dan peningkatan MySQL setiap 2 bulan sekali. Kadang informasi rilis ini kurang jelas dikarenakan rilis antara keamanan dan peningkatan yang tidak sinkron. Juga pada catatan rilis MySQL tidak terdapat daftar CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) yang telah diperbaiki, hal ini tentu membuat orang – orang bingung apakah bug atau celah CVE telah diperbaiki atau tidak.

    Sebaliknya, MariaDB mengikuti standar industri dalam merilis update keamanan dan fitur secara bersamaan. Juga setiap rilis terbaru MariaDB selalu memberitahukan CVE apa saja yang telah diperbaiki. Bahkan ketika ada CVE baru yang muncul, hanya dalam beberapa saat, update untuk memperbaiki bug tersebut sudah dirilis.

  3. Memiliki Banyak Jenis Storage Engine
    MariaDB memiliki banyak Storage Engine yang dapat diaplikasikan ke MariaDB seperti XtraDB, Aria, Cassandra, Spider, TokuDB dan lainnya bisa Anda lihat selengkapnya di halaman Storage Engine yang didukung MariaDB.

    Memang pada MySQL juga mendukung sebagian dari Storage Engine diatas, namun jika Anda ingin menggunakan Storage Engine tersebut Anda harus menggunakan pihak ketiga. Sedangkan MariaDB secara resmi mendukung storage engine diatas dan Anda dapat menggunakannya dengan lancar karena telah didukung secara resmi.

  4. Performa Yang Lebih Baik

    MariaDB mengklaim bahwa softwarenya memiliki kinerja yang lebih baik dalam query dan performa. Kebanyakan Benchmark yang dilakukan menunjukkan bahwa MariaDB lebih cepat daripada MySQL.

  5. Kompatibel dan Mudah untuk Migrasi dari MySQL

    Mulai dari MariaDB versi 5.5 merupakan versi yang 100% kompatibel dengan struktur data pada MySQL, jadi jika Anda ingin berpindah dari MySQL ke MariaDB, Anda tidak perlu khawatir terjadi masalah pada data lama Anda di MySQL karena MariaDB sudah dirancang untuk kompatibel dengan struktur data pada MySQL.

    Sebagai penutup, menurut kami MariaDB memiliki banyak keunggulan daripada MySQL. Bagaimana menurut Anda? Silahkan berikan komentar Anda dibawah.

Penutup

Jadi, secara keseluruhan MariaDB tetap akan menjadi database yang memiliki performa yang lebih baik dari pada MySQL, saya pribadi juga lebih menyukai MariaDB yang bersifat Open Source yang dimana saya merasa aman apabila ada suatu bug yang terjadi, maka update keamanannya akan cepat bahkan terjadi pada hari pelaporan bug itu juga

Mungkin dikesempatan mendatang saya akan membagikan Cara Installasi MariaDB, PHP, Apache disemua distro Linux, karena memang OS saya berbasis Linux juga.

Jangan biarkan ilmu berhenti pada satu titik saja, alirkan ilmu itu agar bermanfaat bagi orang lain juga.

Sekian apabila ada kesalahan tolong dikoreksi, dan apabila bermanfaat bisa anda bagikan keteman-teman anda.

uGet: Download Manager Terbaik Untuk Seluruh Distro Linux

uGet Download Manager Terbaik Untuk Linux

uGet Download Manager atau yang biasa dikenal dengan uGetDM adalah sebuah software downloader yang paling umum digunakan oleh para pengguna Linux. Walaupun uGet banyak dikenal oleh kalangan pengguna Linux, namun secara resmi juga mendukung 4 Operasi Sistem lainnya, antara lain Android, BSD, Windows, dan Mac OSX. Namun diartikel ini penulis hanya akan membahas khusus bagi Linux User.

Secara umum uGet memiliki fitur yang tidak kalah bagus dengan downloader lainnya terutama IDM. Dari segi tampilan uGet menggunakan tampilan yang sangat Modern juga enak dipandang, juga pengorganisasian menu yang memudahkan users.

Fitur yang dimiliki oleh uGet antara lain:

  1. Downloads Queue

    Menempatkan unduhan anda ke dalam Antrean untuk mengunduh banyak atau sedikit unduhan yang seperti Anda inginkan secara bersamaan. Saat unduhan selesai, antrean akan mulai mengunduh file yang tersisa secara otomatis.

  2. Resume Downloads

    Jika koneksi Anda putus, Anda tidak perlu khawatir, Anda dapat memulai kembali unduhan untuk dilanjutkan. (nb: tidak ada jaminan, tergantung dengan server dan tidak dapat dilewati oleh pengelola unduhan).

  3. Advanced Download Categories

    Kategori tak terbatas untuk mengelola unduhan Anda.

  4. Clipboard Monitor

    Tentukan jenis file (melalui ekstensi) yang ingin anda monitor dan setiap kali Anda menambahkannya ke clipboard Anda akan diminta untuk mengunduh file yang disalin.

  5. Batch Downloads

    Memungkinkan pengguna untuk menambahkan jumlah file yang tidak terbatas pada satu waktu ke antrean untuk mengunduh

  6. Multi-Protocol
    Dukungan untuk mengunduh file melalui HTTP, HTTPS, FTP, BitTorrent & Metalink

  7. Multi-Connection (aka Multi-Segment)

    Memiliki kemampuan hingga 16 koneksi simultan PER download. Fitur Multi-Connection uGet juga menggunakan manajemen segmen adaptif yang berarti ketika satu segmen putus maka koneksi lain mengambil slack untuk memastikan kecepatan unduh yang optimal setiap saat. Ini juga berlaku untuk segmen yang menjadi sangat lambat karena keterbatasan server.

  8. FTP Login & Anonymous FTP

    Mendukung pengunduhan dari FTP anonim serta dukungan masuk melalui Nama Pengguna & Sandi untuk server FTP pribadi / terlindungi.

  9. Scheduler

    Penjadwalan ketika uGet diizinkan atau tidak diizinkan untuk mengunduh file.

  10. FireFox Integration via FlashGot

    Clipboard Monitor adalah yang Anda butuhkan untuk integrasi browser, tetapi FlashGot merupakan addon FireFox yang didukung secara terpisah sehingga kami membuatnya kompatibel dengan uGet.

  11. Quiet Mode

    Memungkinkan unduhan ditambahkan ke kategori tertentu secara otomatis dan mulai mengunduh secara otomatis, melompati dialog properti popup.

  12. Robust Keyboard Shortcuts

    Banyak pintasan keyboard seperti Ctrl + N (Baru), Ctrl + Q (Exit App) tetapi juga pilih unduhan dan tekan Delete untuk menghapus entri dari Riwayat Unduhan atau Shift + Delete untuk menghapus entri dan menghapus file yang diunduh . Cara pintas khusus pengunduhan lainnya termasuk Return & Shift + Return untuk membuka unduhan melalui aplikasi default & untuk membuka folder berisi unduhan masing-masing.

  13. Computer Shutdown After Completion

    Fitur opsional untuk mematikan komputer Anda setelah semua file selesai diunduh, cocok untuk sesi unduhan besar yang akan memakan waktu semalam saat Anda tidur.

  14. CLI / Terminal Usage Support

    Kemampuan untuk menggunakan baris perintah atau terminal untuk mengunduh file.

  15. Folder Auto-Creation

    Jika Anda menyediakan path untuk menyimpan file tetapi foldernya tidak ada uGet akan membuatnya untuk Anda secara otomatis untuk menyimpan file di sana.

  16. Download History Management

    Simpan riwayat unduhan untuk entri selesai dan entri daur ulang hingga 9.999 file per daftar, atau hapus entri terlama secara otomatis begitu batas kustom Anda telah dipenuhi.

  17. Multi-Language Support

    uGet mendukung 20 bahasa yang meliputi: Arab, Belarusia, China (Sederhana), China (Tradisional), Ceko, Denmark, Inggris (default), Prancis, Georgia, Jerman, Hungaria, Indonesia, Italia, Polandia, Portugis (Brasil), Rusia , Spanyol, Turki, Ukraina, dan Vietnam.

  18. Aria2 Plugin

    Aria2 & uGet mengintegrasikan untuk menyediakan GUI yang mudah digunakan untuk aplikasi Aria2 CLI. (^ * membutuhkan plugin aria2)

Dengan fitur-fitur yang banyak dan juga sangat bermanfaat bagi user linux, dan sekarang pertanyaannya Apakah teman-teman ingin menggunakan uGet ?. Bisa disimak diartikel selanjutnya ya. Maju terus Generasi Pinguin Indonesia.

Alasan Programmer Harus Pakai Linux

Web Programmer
Setiap Programmer pasti membutuhkan Operasi Sistem yang cocok dengan yang dia butuhkan, karena setiap Operasi Sistem memiliki lingkungan yang sangat berbeda (Kecuali Distro Linux). Bahkan seorang Web Programmer-pun juga membutuhkan Operasi Sistem yang pas dan pada umumnya Web Programmer memilih menggunakan Distro Linux. Untuk lebih spesifiknya itu tergantu selera seperti Penulis yang lebih memilih menggunakan Ubuntu 16.04 LTS karena versi ini merupakan versi LTS yang memiliki dukungan hingga 5 tahun, sehingga tidak perlu repot untuk update tiap tahunnya. Tapi diartikel ini penulis tidak membahas Disto Linux yang Cocok untuk Web Programmer , tetapi lebih ke Alasan Kenapa Web Programmer Wajib Memilih Linux . Untuk alasannya akan penulis uraikan dibawah ini:

Server

1. Populer untuk Server

Dengan kepopulernya tersebut menjadikan Programmer tidak perlu mengatur ulang kode programmnya agar dapat digunakan dengan baik didistro Linux.

Lalu apakah Versi Desktop dan Server Berbeda ??

Mungkin dibenak pembaca ada sekilas pertanyaan, bukannkah Versi Server dan Desktop berbeda ?, namun nyatanya tidak ada perbedaan yang signifikan, bila diversi Server tidak memakai GUI (Graphical User Interface) tetapi hanya memakai CLI (Command Line Interface), juga diversi server ada beberapa software yang dikurangi dan ditambahkan, misalnya tidak ada Office, Firefox, Maupun aplikasi dengan GUI lainnya. Namun ditambahkan aplikasi Mysql Server, maupun PHP dan Apache.

Case Sensitive

2. Case Sensitive

Linux memang didesain agar peka terhadap kapitalisai (Case Sensitive). Sehingga file:

  1. File berbeda dengan file
  2. FIle berbeda dengan File
  3. FILE berbeda dengan filE

Sistem penamaan seperti ini mungkin akan sedikit membingungkan bagi seorang pemula. Namun disinilah kelebihannya, karena ini bisa membingungkan seorang untuk melihat halaman administrator dari aplikasi anda. Walaupun halaman admin anda sudah terlindungi oleh kata sandi, tapi mungkin seseorang melakukan Brute Force kepada halaman tersebut.

3. Mendukung banyak Aplikasi Web

Banyak aplikasi yang dibangun ataupun tersedia didistro Linux, contohnya saja PHP, MySQL, PostgreSQL, NodeJS, Perl, dan banyak lainnya. Sehingga anda tidak perlu bingung untuk mencari aplikasi yang anda butuhkan lagi pula untuk instalasinyapun juga tidak terlalu rumit.

4. Menambah Skill

Inilah kelebihan yang bisa men-upgrade skill anda, disamping anda seorang Web Programmer anda juga bisa menjadi SysAdmin. Disetiap anda menjalankan Distro Linux anda tentu tidak dapat lepas dari terminal, ini akan mengembangkan pemahaman anda tentang sistem Linux. Walaupun pada kenyataanya pengoperasian linux tidak terlalu rumit apabila sudah mencobanya.

5. Open Source

Menggunakan linux tentu anda tidak akan terbebani oleh harga lisensi yang mahal, karena pada umumnya Distro linux itu bisa didapatkan secara gratis dan anda bisa memodifikasi sistem sesuai keinginan anda.

Dari banyaknya kelebihan Linux, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Apabila anda menemukan kelebihan lainnya bisa disampaikan dikolom komentar. Sukses selalu untuk Coders Indonesia.

Hal yang dilakukan setelah instalasi Linux Mint Dan Linux Ubuntu

Setelah kemarin penulis menerbitkan sebuah artikel yang berjudul Apa itu Desktop Environmet ? Beserta Penjelasannya. Tentunya teman-teman semua sudah mengenal apa itu Linux ???, tenang kalau belum, admin sudah menulis artikel Berkenalan Dengan Linux, silahkan dibaca-baca dulu.

Hal yang dilakukan setelah instalasi Linux Mint Dan Linux Ubuntu

Pada umumnya Sistem Operasi yang berbasis Linux masih membutuhkan beberapa optimasi-optimasi yang perlu dilakukan agar sistem yang diinstall tetap terbaru dan tidak out-date. Sebenarnya langkah-langkah didalam artikel ini hanyalah opsional (Boleh tidak dilakukan), namun demi performa dan kenyamanan ini bisa dilakukan. Beberapa langkah-langkah yang admin sampaikan membutuhkan koneksi internet, yang bisa dibilang tidak sedikit. Ok untuk langkah-langkahnya bisa disimak ditulisan dibawah.

  1. Melakukan Update Sekaligus Upgrade

    Seperti yang admin katakan tadi, pada tahap ini membutuhkan koneksi sekitar 300MB. Didalam Linux Ubuntu, Mint, dan juga yang lainnya ada 2 proses untuk mengupdate sistem operasi.

    Proses Pertama adalah proses untuk mendapatkan List (Daftar) aplikasi yang sudah diperbarui dari server, didalam proses ini sistem juga akan memilih aplikasi atau library apa saja yang dapat diupgrade (Baca: Diperbarui).

    Proses Kedua adalah proses untuk mendownload aplikasi yang dapat diperbarui, selain mendownload aplikasi, pada proses ini sistem juga akan melakukan instalasi kepada aplikasi yang sudah didownload.

    Berbeda dengan sistem operasi lainnya, didalam distro Linux ini juga akan melakukan update aplikasi untuk seluruh aplikasi yang telah diinstall. Sehingga anda sebagai pengguna tidak perlu repot - repot untuk melakukan update aplikasi secara manual.

    Untuk melakukan Update Dan Upgrade bisa dilakukan dengan membuka Terminal atau menggunakan kombinasi Ctrl+Alt+T bila dimungkinkan. Sehingga memunculkan tampilan seperti dibawah ini
    Terminal

    Setelah muncul tampilan tersebut ketikkan perintah:

    sudo apt-get update -y

    Lalu masukkan kata sandi komputer anda, apabila anda tidak melihat kata sandi yang anda masukkan, Tenang ! tidak usah khawatir ini adalah salah satu mekanisme keamanan didalam sistem operasi anda. Apabila anda sudah yakin dengan kata-sandi yang anda masukkan silahkan tekan tombol Enter

    Lalu masukkan lagi perintah ini:

    sudo apt-get upgrade -y

    Apabila anda diminta kata sandi, masukkan lagi kata sandimu. Selanjutnya tunggu hingga sistem selesai mendownload aplikasi dan menginstallnya.

  2. Memasang ubuntu-resticted-extras

    Mungkin secara default, anda tidak dapat memainkan video atau mendengarkan musik didalam sistem operasi anda. Tak usah khawatir, ini memang tidak dipasang secara default disistem anda. Ini terjadi karena masalah Lisensi Codec Multimedia yang dibatasi dinegara tertentu. Namun anda tetap bisa memasangnya secara manual dengan terminal.

    Pertama, buka dulu terminal anda, dan ketikkan baris perintah ini:

    sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras -y

    Kemudian masukkan password apabila anda dimintai.

  3. Memasang TLP, khusus pengguna Laptop

    Berbeda dengan sistem operasi dari Microsoft Windows, dilinux Ubuntu dan Mint tidak ditemukannya sistem penghemat battery seperti di Windows. Memang ini tidak menjadi masalah bagi anda yang jarang bepergian menggunakan Laptop, tapi bagi anak sekolahan ini akan sangat menggangu apabila tiba-tiba battery laptop habis. Sebagai solusinya ada sebuah aplikasi yang ringan, yang bisa digunakan untuk menghemat konsumsi battery laptop teman - teman.

    Pertama buka terminal anda, dan ketikkan perintah dibawah ini:

    sudo apt-get install tlp -y

    Kemudian masukkan password apabila anda dimintai.

  4. Memasang Firewall

    Firewall akan sangat membantu dalam menjaga keamanan komputer anda ketika sedang browsing diinternet, dengan andanya firewall akan memblok koneksi masuk yang tidak diinginkan, atau anda ingin mematikan koneksi internet anda sepenuhnya.

    Pertama buka terminal anda, dan ketikkan perintah dibawah ini:

    sudo apt-get install ufw gufw -y

    Kemudian masukkan password apabila anda dimintai.

  5. Memasang VLC Media Player

    VLC Media Player merupakan salah satu pemutar musik yang sangat powerfull, kelebihan dari VLC Media Player ini antara lain:

    1. Menggunakan Codec Ciptaan mereka sendiri, sehingga dengan mendownload VLC Media Player anda tidak dipusingkan dengan pencekalan beberapa Codec oleh negara tertentu.

    2. Open Source, Yupss, ini adalah kelebihan terbesar dari VLC Media Player, aplikasi ini merupakan aplikasi Open Source sehingga siapapun bisa melihat bahkan mendownload kode sumber dari aplikasi ini dan mempelajarinya. Sungguh kelebihan terbesar bagi aplikasi ini.

    Untuk memasangnya pertama buka terminal anda, dan ketikkan perintah dibawah ini:

    sudo apt-get install vlc -y

    Kemudian masukkan password apabila anda dimintai.

Sekian artikel ini kami sampaikan. Untuk update selalu ditunggu yaaa, Kami Update setiap hari lhoo. Semoga tidak anda tidak bosan - bosan untuk bereksperimen dengan Linux. Salam Smart !!.

Apa itu Desktop Environment Beserta Penjelasannya

Setelah kemarin saya memposting artikel yang berjudul Berkenalan dengan Linux, dan para pembaca sudah sedikit mengerti tentang linux, maka untuk memperdalam ilmu tersebut, saya menulis artikel yang berjudul Apa itu Desktop Environment Beserta Penjelasannya. Ok simak artikel dibawah ini.

Pengertian Desktop Environment

Desktop Environment, atau dalam bahasa indonesia adalah Lingkungan Desktop adalah sebuah antarmuka grafis (GUI) yang memperlihatkan kiasan desktop dilayar komputer modern. Desktop Environment adalah alternatif yang paling populer untuk antarmuka baris perintah (CLI) yang saat ini umum digunakan oleh pakar komputer.

Dengan adanya Desktop Environment akan mempermudah pekerjaan yang berhubungan dengan komputer. Mulai dari menjalankan program, bermain game, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan komputer. Umumnya sebuah Desktop Environment terdiri dari Icons, Window, Toolbar, Folder, Wallpaper, dan Desktop Widgets.

Untuk Sistem Operasi pertama yang menerapkan Desktop Environment adalaha Apple Lisa ciptaan dari Apple Inc. Namun sekarang, hampir seluruh Sistem Operasi yang ada, sudah menggunakan Desktop Environment demi alasaan User Friendly. Mulai dari Distribusi Linux, Mac OS, dan Windows. Namun diantara ketiga Sistem Operasi tersebut, hanya Distribusi Linuxlah yang paling fleksibel, karena Mac OS dan Windows tidak akan bisa berganti Desktop Environment secara bebas.

Karena fleksibiltas yang ditawarkan oleh Distribusi Linux, menjadikan Desktop Environment untuk Distribusi Linux menjadi sangat beragam. Namun didalam artikel ini hanya akan disampaikan 3 Desktop Environment yang terkenal didunia Linux.

Macam - Macam Desktop Environment

  1. GNOME

    GNOME Desktop Environment

    GNOME merupakan Desktop Environment yang sangat terkenal dijagat online, karena Desktop Environment ini juga digunakan untuk salah satu Distribusi Linux yaitu Ubuntu. Proyek GNOME dimulai pada Agustus 1997 oleh Miguel de Icaza dan Federico Mena sebagai proyek perangkat lunak bebas untuk mengembangkan lingkungan desktop dan aplikasinya. Untuk saat ini GNOME ditenagai oleh Framework GTK+, sehingga GNOME merupakan software Open Source.

    Kelebihan GNOME

    • Memiliki tampilan yang sangat User-Friendly

      Tampilan pada GNOME sangatlah modern, ditujukan untuk perangkat touchscreen.

    • Memiliki Komunitas yang Besar

      Semakin besar komunitas yang dimiliki software, maka semakin cepat pula perbaikan yang dilakukan apabila ditemukan sebuah kesalahan (Crash)

    • Digunakan Oleh banyak Sistem Operasi

      Sistem Operasi yang telah mengadopsi GNOME antara lain Ubuntu, Kali Linux, dan lain-lain

    • Memiliki aplikasi Utilitas yang sangat baik

    Kekurangan

    • Membutuhkan Memory yang lebih.

      Setiap Kelebihan pada GNOME harus dibayar setimpal dengan penggunaan yang cukup besar. Namun ini tidak akan bermasalah oleh komputer modern yang memiliki kapasitas Memory yang cukup Besar.

  2. KDE

    KDE

    KDE (K Desktop Environment) adalah lingkungan desktop (desktop environment) dan platform pengembangan aplikasi yang dibangun dengan toolkit Qt dari Trolltech. Keunggulan utama KDE adalah kemudahan pemakaian, fleksibilitas, portabitilis, dan kekayaan fitur. KDE dikembangkan sejalan dengan KDevelop, paket pengembangan perangkat lunak, dan KOffice, paket aplikasi office. Huruf “K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K” saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet Latin.”

    Huruf “K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K” saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet Latin.”

    KDE Merupakan pesaing dari Desktop Environment GNOME, kedua Desktop Environment ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang hampir sama atau mungkin sama. Beberapa Distribusi Linux yang menggunakan KDE sebagai Desktop Environment utama adalah KUbuntu.

  3. Xfce

    XFCE

    Merupakan salah satu Desktop Environment yang cukup ringan untuk digunakan dalam pemakaian sehari-hari, walaupun ringan, desktop environment ini bisa dibuat lebih menarik dengan beberapa tambahan. Tujuan dari diciptakan Desktop Environment ini adalah cepat, ringan, menarik secara visual dan mudah digunakan.

    Xfce bersifat modular dan dapat digunakan lagi. Ia terdiri dari komponen-komponen yang terpisah yang secara bersama menyediakan fungsi desktop sepenuhnya, namun komponen-komponen tersebut juga dapat dipilih dalam subset untuk membuat lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Xfce digunakan karena kemampuannya untuk menjalankan desktop modern pada perangkat keras yang relatif sederhana.

    Proyek ini dimulai pada tahun 1996 oleh seseorang yang bernama Olivier Fourdan. Nama Xfce awalnya adalah singkatan dari XForms Common Environment, tetapi kini Xfce telah ditulis ulang dan tidak lagi menggunakan XForms. Namanya tetap dipakai, namun tidak lagi dengan huruf kapital “XFCE”, tetapi sebagai Xfce. Para pengembangnya menyatakan bahwa nama tersebut bukanlah singkatan.

Berkenalan Dengan Linux

Apa sih Linux itu ?

Linux adalah sebuah kernel yang dibangun oleh seseorang berkebangsaan Finlandia yang bernama Linux Torvalds pada tahun 1970. Linux tercipta karena terinspirasi dari sistem terdahulunya yaitu Minix, yang dapat dijalankan dalam sebuah PC.

Linux memiliki julukan sebagai UNIX-Like disebabkan karena Linux memiliki kemiripan didalam perintah terminalnya, walaupun disebut sebagai UNIX-Like, Linux tidak mengandung source code dari UNIX. Linux juga disebut juga sebagai produk Open Source, yaitu kode sumber dari Linux dapat diunduh dengan gratis, juga siapapun dapat mengubah kode tersebut, lalu membagikannya, kegiatan itu sama sekali tidak dilarang oleh siapapun berbeda dengan software lainnya yang sangat tertutup untuk orang

Saat ini keberhasilan sang pembuat Linux, yakni Linux Torvalds sudah melebihi apa yang diduga oleh Linus Torvalds. Saat ini sebagian dari Smartphone, sebut saja Android, menggunakan Linux didalam kernel mereka. Ini juga membuat sistem operasi yang menggunakan Linux sangat mudah untuk dimodifikasi, contohnya Android yang memiliki banyak CustomROM, berbeda dengan smartphone lainnya. Bukan hanya untuk Smartphone, sebagian besar Server didunia menggunakan Sistem Operasi yang berbasis Linux untuk menjalankan tugas yang sangat berat, bahkan Facebook juga menggunakan Sistem Operasi yang berbasis Linux. Kebanyakan Robot, Mobil yang diciptakan manusia juga diprogram/diperintah oleh Linux. NASA tak luput untuk menggunakan Linux didalam pesawat ulang-alik buatan mereka.

Apakah Linux adalah Sistem Operasi ?

Jawabannya adalah bukan. Nyatanya Linux hanyalah sebuah kernel yang mendasari sebuah sistem operasi lainnya. Dikutip dari Wikipedia.org pengertian kernel adalah:

Kernel merupakan program komputer yang menjadi inti dari sebuah sistem operasi komputer, dengan kontrol terhadap segala hal atas sistem tersebut. Pada kebanyakan sistem, kernel merupakan salah satu dari program yang dijalankan dalam urutan pertama saat komputer dinyalakan. Kernel menangani fungsi-fungsi selanjutnya atas proses penyiapan komputer dari sejak komputer dinyalakan seperti menangani layanan input/output dari program lain, menerjemahkanya ke dalam instruksi-instruksi untuk dieksekusi oleh prosesor. Kernel juga menangani perangkat kerja lain seperti memori, papan ketik, tetikus, monitor, printer, speaker, serta perangkat-perangkat lainnya.

Jadi bila ada yang beranggapan bahwa Linux adalah sebuah Sistem Operasi, adalah SALAH

Apa Linux dan UNIX adalah sama ?

Tidak, kedua nama itu adalah berbeda walaupun memiliki fungsi yang hampir sama. UNIX adalah sebuah sistem operasi yang berbayar, sedangkan Linux adalah sebuah Kernel yang Open Source. Namun Linux adalah sebuah versi yang hampir sama dengan UNIX, sehingga kedua software ini sering disalah artikan.

Apa sih Kelebihan Linux ?

Sebagai salah satu Software, Linux juga memiliki beberapa kelebihan yang akan penulis sampaikan.

  1. Termasuk kedalam Software Open Source

    Dilihat dari namanya saja, mungkin kita sudah mengerti. Jadi kode sumber software mereka bersifat terbuka, sehingga setiap orang dapat mengunduhnya dilaman http://kernel.org , mengubah kode tersebut, membagikan hasil perubahan kode tersebut.

  2. Memiliki banyak Sistem Operasi

    Karena Linux hanyalah sebuah Kernel, maka akan ada Sistem Operasi yang menggunakan kernel tersebut, untuk jumlah Sistem Operasi berbasis Linux tidak dapat dihitung dengan jari karena begitu banyak jumlahnya, Namun bila anda ingin mencari Sistem Operasi apa yang cocok dapat dicari pada situs ini https://distrowatch.org .

  3. Tingkat keamanan yang tinggi

    Ini dikarenakan karena pemberian ijin yang baik untuk setiap pengguna, sehingga setiap pengguna dapat mengatur sendiri ijin yang dia berikan untuk file yang dia miliki. Fitur ini hanya ditemukan pada 2 Sistem yaitu, Sistem Operasi UNIX dan Linux. Ini juga dibuktikan karena sebagian besar server didunia menggunakan Linux untuk komputer mereka.

  4. Manajemen Harddisk yang sangat baik

    Dibuktikan pada sebagian besar Sistem Operasi Berbasis Linux, tidak mengalami penurunan performa karena penulisan sektor pada hardisk yang tidak rapi. Hingga cocok digunakan bertahun-tahun tanpa perawatan melalui aplikasi pihak ketiga.