Menampilkan artikel pada kategori Programming

Yuk ! Move On Dari MySQL ke MariaDB

Yuk ! Move On Dari MySQL ke MariaDB

Bagi pembaca yang menggunakan aplikasi semacam XAMPP diwindows atau LAMP dilinux, mungkin kurang sadar kalau sebenarnya 2 aplikasi ini sudah tidak menggunakan Database MySQL.

Darimana saya tahu ?, saya mengamati ketika membuka phpmyadmin dan melihat nama servernya bukanlah MySQL tetapi berganti menjadi MariaDB (nb: ini untuk aplikasi XAMPP/LAMP versi terbaru).

Terus apakah ini akan menimbulkan masalah besar ?, jawabannya tidak , berikut penjelasannya.

Mengenal Apa itu MariaDB

MariaDB merupakan database hasil pengembangan dari MySQL, berbeda dengan MySQL yang dikembangkan oleh Oracel karna memang sudah diakuisisi oleh Oracel, MariaDB dikembangkan oleh komunitas yang sebelumnya juga ikut mengembangkan MySQL.

Karena MariaDB dikembangkan oleh komunitas bersama dengan pemilik asal dari MySQL yaitu Michael Widenius, tentu MariaDB menjadi aplikasi Open Source, berbeda dengan MySQL yang sekarang dikembangkan oleh Oracle.

Walaupun secara nama kedua database ini berbeda, tetapi MariaDB memiliki kompatibilitas terhadap semua API dari MySQL, sehingga apa yang berjalan diMySQL juga akan berjalan diMariaDB.

Alasan Pembuatan MariaDB

Setelah diakuisinya MySQL oleh Oracle, banyak orang yang meragukan dan khawatir pengembangan MySQL untuk kedepannya, takut apabila suatu saat MySQL menjadi Proprietary dari sebelummnya yang bersifat Open Source.

Maka sang pemilik dan pembuat dari MySQL melakukan Fork (copy) terhadap repository MySQl dan mengembangkannya menjadi Database baru yang memiliki banyak fitur serta akan seterusnya bersifat Open Source dengan nama MariaDB, yang diambil dari nama salah satu anaknya yaitu Maria. Sama dengan MySQL yang diambil dari nama anaknya yaitu My.

Apakah MariaDB kompatibel dengan MySQL

Sudah dijelaskan diatas apabila MariaDB mengadopsi seluruh API pada MySQL, sehingga semua perintah yang berjalan di MySQL juga akan berjalan sempurna bahkan lebih efektif di MariaDB.

Bahkan seluruh aplikasi yang menggunakan MySQL akan berjalan sempurna apabila menggunakan MariaDB, contohnya saja PHPMyAdmin.

MariaDB lebih baik dari MySQL

Kenapa saya bilang seperti ini ?, berikut alasannya

  1. Pengembangan MariaDB Lebih Terbuka dan Cepat

    Pengembangan MariaDB lebih terbuka dan cepat jika dibandingkan dengan MySQL. Oracle memang masih mengembangkan MySQL dan bahkan Oracle telah mempekerjakan pengembang baru MySQL yang kompeten setelah sebagian besar pengembang aslinya mengundurkan diri. Namun pada setiap rilis terbarunya MySQL, Oracle jarang mempublikasikan perubahan – perubahan pada MySQL, mungkin hanya sebagian perubahan yang dipublikasikan.

    Sedangkan pengembangan MariaDB sangat terbuka. Semua perubahan, penambahan fitur dan peningkatan dapat diketahui secara terbuka dan kita dapat berpartisipasi dalam pengembangannya pada mailing list publik yang telah dibuat sejak tahun 2009.

  2. Lebih Cepat dan Transparan Dalam Rilis Keamanan
    Oracle memiliki aturan dalam membuat rilis keamanan hanya setiap 3 bulan sekali untuk semua produknya dan rilis untuk fitur dan peningkatan MySQL setiap 2 bulan sekali. Kadang informasi rilis ini kurang jelas dikarenakan rilis antara keamanan dan peningkatan yang tidak sinkron. Juga pada catatan rilis MySQL tidak terdapat daftar CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) yang telah diperbaiki, hal ini tentu membuat orang – orang bingung apakah bug atau celah CVE telah diperbaiki atau tidak.

    Sebaliknya, MariaDB mengikuti standar industri dalam merilis update keamanan dan fitur secara bersamaan. Juga setiap rilis terbaru MariaDB selalu memberitahukan CVE apa saja yang telah diperbaiki. Bahkan ketika ada CVE baru yang muncul, hanya dalam beberapa saat, update untuk memperbaiki bug tersebut sudah dirilis.

  3. Memiliki Banyak Jenis Storage Engine
    MariaDB memiliki banyak Storage Engine yang dapat diaplikasikan ke MariaDB seperti XtraDB, Aria, Cassandra, Spider, TokuDB dan lainnya bisa Anda lihat selengkapnya di halaman Storage Engine yang didukung MariaDB.

    Memang pada MySQL juga mendukung sebagian dari Storage Engine diatas, namun jika Anda ingin menggunakan Storage Engine tersebut Anda harus menggunakan pihak ketiga. Sedangkan MariaDB secara resmi mendukung storage engine diatas dan Anda dapat menggunakannya dengan lancar karena telah didukung secara resmi.

  4. Performa Yang Lebih Baik

    MariaDB mengklaim bahwa softwarenya memiliki kinerja yang lebih baik dalam query dan performa. Kebanyakan Benchmark yang dilakukan menunjukkan bahwa MariaDB lebih cepat daripada MySQL.

  5. Kompatibel dan Mudah untuk Migrasi dari MySQL

    Mulai dari MariaDB versi 5.5 merupakan versi yang 100% kompatibel dengan struktur data pada MySQL, jadi jika Anda ingin berpindah dari MySQL ke MariaDB, Anda tidak perlu khawatir terjadi masalah pada data lama Anda di MySQL karena MariaDB sudah dirancang untuk kompatibel dengan struktur data pada MySQL.

    Sebagai penutup, menurut kami MariaDB memiliki banyak keunggulan daripada MySQL. Bagaimana menurut Anda? Silahkan berikan komentar Anda dibawah.

Penutup

Jadi, secara keseluruhan MariaDB tetap akan menjadi database yang memiliki performa yang lebih baik dari pada MySQL, saya pribadi juga lebih menyukai MariaDB yang bersifat Open Source yang dimana saya merasa aman apabila ada suatu bug yang terjadi, maka update keamanannya akan cepat bahkan terjadi pada hari pelaporan bug itu juga

Mungkin dikesempatan mendatang saya akan membagikan Cara Installasi MariaDB, PHP, Apache disemua distro Linux, karena memang OS saya berbasis Linux juga.

Jangan biarkan ilmu berhenti pada satu titik saja, alirkan ilmu itu agar bermanfaat bagi orang lain juga.

Sekian apabila ada kesalahan tolong dikoreksi, dan apabila bermanfaat bisa anda bagikan keteman-teman anda.

Cara membuat tampilan yang responsive dengan HTML dan CSS

Setelah kemarin admin menulis tentang Apa itu responsive design dan seberapa penting bagi dunia ? , maka dikesempatan ini admin akan menulis tentang Beragam teknik untuk membuat desain yang responsive .

Didalam dunia Web Designer terutama untuk Front-End Programmer, pada umumnya untuk membuat sebuah tampilan dibutuhkan 2 hal, yaitu:

  1. Breakpoint

    Yakni patokan (ketentuan) yang berupa maksimal/minumal lebar maupun tinggi pada sebuah website. Pada Breakpoint ini umumnya memiliki satuan px (Pixel).

  2. Grid

    Secara umum dapat digunakan untuk membuat layout berupa kolom yang dapat diubah sesuai dengan ukuran layar, untuk satuannya programmer pada umumnya menggunakan satuan % (Persen).

Dengan 2 hal itu, programmer dapat membuat sebuah yang responsive nan indah.

Pada umumnya tampilan Mobile hanya akan memiliki satu Kolom yang memenuhi layar, hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi pembaca, karena akan mempermudah dalam melihat konten maupun tulisan yang ada. Untuk tampilan Desktop biasanya akan dibuat 2 buah kolom seperti pada gambar dibawah ini.

Responsive Web

Dari gambar diatas tentu kita sudah memiliki ide untuk membuat tampilannya. Dan tutorialnya bisa disimak dengan baik pada tulisan dibawah ini.

Pertama-tama, kita membuat file baru dilokasi yang sobat inginkan, namun penulis akan menyimpannya dilokasi /var/www/html/belajar-responsive/ karena penulis menggunakan sistem operasi Linux dalam pembuatan tutorial ini. Untuk nama file terserah sobat, tapi penulis akan beri nama tutorial1.html

Pembuatan File

Lalu masukkan kode dibawah ini dengan teks editor kesayangan sobat,

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
    <meta charset="utf-8"/>
    <title>Belajar Responsive</title>
    </head>
    <body>

    </body>
</html>

Lalu coba jalankan dibrowser, apabila belum ada tampilannya tenang, memang begitu kok :-D. Untuk kode diatas pasti sudah tahu dong, kalo belum tahu tanyakan dikolom komentar ya :-).

Tampilan ketika dijalankan dibrowser

Kedua kita tambahkan teks agar kita tahu tampilannya, maka tambahkan kode ini diantara tags <body></body>

    <div id="main">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Fugiat delectus nihil, tenetur accusamus temporibus sunt vero inventore voluptas rerum ullam maiores a consequatur illo, accusantium animi soluta, sit fuga exercitationem asperiores cupiditate autem ipsum! Assumenda sed amet vero ratione nisi asperiores magnam possimus ut quibusdam cum quae, eius! Repudiandae, voluptatibus aliquid aperiam natus rerum sit, nisi id, obcaecati mollitia vel sequi beatae quos eaque. Rem illum adipisci, atque in sed iure cumque ut nulla, est fugiat ab beatae pariatur, quam qui fuga! Deleniti, voluptatum placeat nihil blanditiis sequi cum consequuntur ducimus fugiat ut minima, sit sapiente quidem autem odio ullam saepe itaque. Laborum mollitia sint, at molestias, non excepturi delectus velit harum provident nostrum nesciunt vel nam quisquam fuga a maiores repudiandae quo suscipit cupiditate voluptatum quas nemo. Ex quae accusantium illum, tenetur doloribus consequatur maxime cumque culpa quam velit quos sint cum provident sapiente, quo. Distinctio quam numquam saepe sed praesentium optio in? Laboriosam sequi ex excepturi, ad odit numquam consequuntur nisi id nam distinctio cumque ut ab pariatur ea est ratione optio temporibus, tempora cum! Fugiat quo pariatur, consequatur quas provident quaerat nesciunt, ipsum facilis architecto quam mollitia omnis eum a numquam voluptatum facere iusto impedit consequuntur eveniet?</div>
    <div id="sidebar">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Adipisci facilis eos cumque harum possimus sequi, placeat asperiores, dolor hic illo ad, ratione recusandae fugiat error praesentium perspiciatis consequatur explicabo. Tempora similique esse tempore tenetur qui at. Ex quos numquam voluptas maxime! Delectus assumenda, explicabo enim iure fugiat voluptas facilis, deserunt libero rerum eveniet deleniti vel repellendus eos voluptatibus labore saepe quaerat aspernatur voluptate similique suscipit quae placeat. Hic voluptas qui minus quas. Voluptatem amet quae corporis eius odit, possimus autem architecto excepturi obcaecati ipsum. Voluptates culpa quia harum fuga dolor laborum perspiciatis qui quasi officiis consequuntur! Perspiciatis nesciunt molestias dignissimos animi maiores necessitatibus accusamus fugit sint corporis omnis, repudiandae facere dicta, fuga aliquam quisquam facilis dolor asperiores natus ducimus illum reiciendis sequi</div>
    <div class="clearfix">&nbsp;</div>

Lalu jalankan dibrowser dan akan jadi seperti gambar dibawah,

Tampilan ketika ada teks

Ketiga, nah ini yang paling penting adalah memberi style (CSS) pada kode html tersebut. Masukkan kode dibawah ini diantara tags <head></head>

    <style>
        body,html {
            background: #fff;
            color: #222;
            margin: 0; /* Menghilangkan margin pada tags <body> */
            padding: 0; /* Menghilangkan padding pada tags <body> */
            text-align: justify; /* Membuat paragraf menjadi rata kanan-kiri */
            line-height: 1.5; /* Mengubah line-height (Spasi antar baris) */
        }
        #main {
            box-sizing: border-box; /* Agar ukuran width tetap 60% tidak lebih */
            padding: 1em; /* Memberi padding */
            float: left; /* Membuat tags menjadi mengambang kekiri */
            width: 60%; /* Menetapkan ukuran lebar tags saat mengambang */
            background: #3170d9; /* Agar background menjadi biru */
            color: #fff; /* Mengubah warna fonts */
        }
        #sidebar {
            box-sizing: border-box; /* Agar ukuran width tetap 60% tidak lebih */
            padding: 1em; /* Memberi padding */
            float: left; /* Membuat tags menjadi mengambang kekiri */
            width: 40%;  /* Menetapkan ukuran lebar tags saat mengambang */
            background: #d99c31; /* Agar background menjadi orange */
            color: #fff; /* Mengubah warna fonts */
        }
        .clearfix { /* Digunakan untuk membersihkan area yang tidak mengambang */
            display: table;
            clear: both;
            content: "";
        }
    </style>

Secara kasat mata tampilan berhasil dibuat tetapi itu masih belum responsive karena apabila ukuran layar diperkecil, tampilan akan sangat tidak manusiawi. Bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Tampilan Responsive View Dihidupkan

Untuk menggunakan difitur seperti gambar diatas bisa menggunakan kombinasi CTRL+Shift+M pada firefox.

Bila dilihat tampilan diatas itu harus memiliki lebar yang memenuhi gambar agar terlihat manusiawi.

Keempat, agar tampilan menjadi responsive akan digunakan breakpoint yang sesuai. Tetapi berapa banyak ukuran layar yang akan ditest tentu akan sangat banyak, maka dari itu dibuatlah 4 Breakpoint berdasar ukuran yang populer yakni untuk tampilan yang Small, Medium, Large, dan Extra Large. Sekilas sudah seperti ukuran pada baju saja ya, hehehehe.

Untuk breakpointnya bisa ditambahkan pada tags <style></style>, tapi harus ditempat yang paling bawah pada tags tersebut, yakni diatas </style>

    @media (max-width: 576px) { /* small*/
            #main, #sidebar {
                width: 100%;
            }
        }
    @media (max-width: 768px) { /* Medium*/
            #main, #sidebar {
                width: 100%;
            }
        }
    @media (max-width: 992px) { /* Large*/
        }
    @media (max-width: ≥1200px) { /* Extra Large*/
        }

Sehingga keseluruhan kode tersebut menjadi seperti dibawah ini.

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
    <meta charset="utf-8"/>
    <title>Belajar Responsive</title>
    <style>
        body,html {
            background: #fff;
            color: #222;
            margin: 0; /* Menghilangkan margin pada tags <body> */
            padding: 0; /* Menghilangkan padding pada tags <body> */
            text-align: justify; /* Membuat paragraf menjadi rata kanan-kiri */
            line-height: 1.5; /* Mengubah line-height (Spasi antar baris) */
        }
        #main {
            box-sizing: border-box; /* Agar ukuran width tetap 60% tidak lebih */
            padding: 1em; /* Memberi padding */
            float: left; /* Membuat tags menjadi mengambang kekiri */
            width: 60%; /* Menetapkan ukuran lebar tags saat mengambang */
            background: #3170d9; /* Agar background menjadi biru */
            color: #fff; /* Mengubah warna fonts */
        }
        #sidebar {
            box-sizing: border-box; /* Agar ukuran width tetap 60% tidak lebih */
            padding: 1em; /* Memberi padding */
            float: left; /* Membuat tags menjadi mengambang kekiri */
            width: 40%;  /* Menetapkan ukuran lebar tags saat mengambang */
            background: #d99c31; /* Agar background menjadi orange */
            color: #fff; /* Mengubah warna fonts */
        }
        .clearfix { /* Digunakan untuk membersihkan area yang tidak mengambang */
            display: table;
            clear: both;
            content: "";
        }
        @media (max-width: 576px) { /* small*/
            #main, #sidebar {
                width: 100%;
            }
        }
        @media (max-width: 768px) { /* Medium*/
            #main, #sidebar {
                width: 100%;
            }
        }
        @media (max-width: 992px) { /* Large*/
        }
        @media (max-width: ≥1200px) { /* Extra Large*/
        }
    </style>
    </head>
    <body>
    <div id="main">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Fugiat delectus nihil, tenetur accusamus temporibus sunt vero inventore voluptas rerum ullam maiores a consequatur illo, accusantium animi soluta, sit fuga exercitationem asperiores cupiditate autem ipsum! Assumenda sed amet vero ratione nisi asperiores magnam possimus ut quibusdam cum quae, eius! Repudiandae, voluptatibus aliquid aperiam natus rerum sit, nisi id, obcaecati mollitia vel sequi beatae quos eaque. Rem illum adipisci, atque in sed iure cumque ut nulla, est fugiat ab beatae pariatur, quam qui fuga! Deleniti, voluptatum placeat nihil blanditiis sequi cum consequuntur ducimus fugiat ut minima, sit sapiente quidem autem odio ullam saepe itaque. Laborum mollitia sint, at molestias, non excepturi delectus velit harum provident nostrum nesciunt vel nam quisquam fuga a maiores repudiandae quo suscipit cupiditate voluptatum quas nemo. Ex quae accusantium illum, tenetur doloribus consequatur maxime cumque culpa quam velit quos sint cum provident sapiente, quo. Distinctio quam numquam saepe sed praesentium optio in? Laboriosam sequi ex excepturi, ad odit numquam consequuntur nisi id nam distinctio cumque ut ab pariatur ea est ratione optio temporibus, tempora cum! Fugiat quo pariatur, consequatur quas provident quaerat nesciunt, ipsum facilis architecto quam mollitia omnis eum a numquam voluptatum facere iusto impedit consequuntur eveniet?</div>
    <div id="sidebar">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Adipisci facilis eos cumque harum possimus sequi, placeat asperiores, dolor hic illo ad, ratione recusandae fugiat error praesentium perspiciatis consequatur explicabo. Tempora similique esse tempore tenetur qui at. Ex quos numquam voluptas maxime! Delectus assumenda, explicabo enim iure fugiat voluptas facilis, deserunt libero rerum eveniet deleniti vel repellendus eos voluptatibus labore saepe quaerat aspernatur voluptate similique suscipit quae placeat. Hic voluptas qui minus quas. Voluptatem amet quae corporis eius odit, possimus autem architecto excepturi obcaecati ipsum. Voluptates culpa quia harum fuga dolor laborum perspiciatis qui quasi officiis consequuntur! Perspiciatis nesciunt molestias dignissimos animi maiores necessitatibus accusamus fugit sint corporis omnis, repudiandae facere dicta, fuga aliquam quisquam facilis dolor asperiores natus ducimus illum reiciendis sequi</div>
    <div class="clearfix">&nbsp;</div>
    </body>
</html>

Sekian artikel yang dapat saya sampaikan ini, apabila ada yang merasa kebingungan bisa bertanya dikolom komentar ya. Salam Coders.

Alasan Programmer Harus Pakai Linux

Web Programmer
Setiap Programmer pasti membutuhkan Operasi Sistem yang cocok dengan yang dia butuhkan, karena setiap Operasi Sistem memiliki lingkungan yang sangat berbeda (Kecuali Distro Linux). Bahkan seorang Web Programmer-pun juga membutuhkan Operasi Sistem yang pas dan pada umumnya Web Programmer memilih menggunakan Distro Linux. Untuk lebih spesifiknya itu tergantu selera seperti Penulis yang lebih memilih menggunakan Ubuntu 16.04 LTS karena versi ini merupakan versi LTS yang memiliki dukungan hingga 5 tahun, sehingga tidak perlu repot untuk update tiap tahunnya. Tapi diartikel ini penulis tidak membahas Disto Linux yang Cocok untuk Web Programmer , tetapi lebih ke Alasan Kenapa Web Programmer Wajib Memilih Linux . Untuk alasannya akan penulis uraikan dibawah ini:

Server

1. Populer untuk Server

Dengan kepopulernya tersebut menjadikan Programmer tidak perlu mengatur ulang kode programmnya agar dapat digunakan dengan baik didistro Linux.

Lalu apakah Versi Desktop dan Server Berbeda ??

Mungkin dibenak pembaca ada sekilas pertanyaan, bukannkah Versi Server dan Desktop berbeda ?, namun nyatanya tidak ada perbedaan yang signifikan, bila diversi Server tidak memakai GUI (Graphical User Interface) tetapi hanya memakai CLI (Command Line Interface), juga diversi server ada beberapa software yang dikurangi dan ditambahkan, misalnya tidak ada Office, Firefox, Maupun aplikasi dengan GUI lainnya. Namun ditambahkan aplikasi Mysql Server, maupun PHP dan Apache.

Case Sensitive

2. Case Sensitive

Linux memang didesain agar peka terhadap kapitalisai (Case Sensitive). Sehingga file:

  1. File berbeda dengan file
  2. FIle berbeda dengan File
  3. FILE berbeda dengan filE

Sistem penamaan seperti ini mungkin akan sedikit membingungkan bagi seorang pemula. Namun disinilah kelebihannya, karena ini bisa membingungkan seorang untuk melihat halaman administrator dari aplikasi anda. Walaupun halaman admin anda sudah terlindungi oleh kata sandi, tapi mungkin seseorang melakukan Brute Force kepada halaman tersebut.

3. Mendukung banyak Aplikasi Web

Banyak aplikasi yang dibangun ataupun tersedia didistro Linux, contohnya saja PHP, MySQL, PostgreSQL, NodeJS, Perl, dan banyak lainnya. Sehingga anda tidak perlu bingung untuk mencari aplikasi yang anda butuhkan lagi pula untuk instalasinyapun juga tidak terlalu rumit.

4. Menambah Skill

Inilah kelebihan yang bisa men-upgrade skill anda, disamping anda seorang Web Programmer anda juga bisa menjadi SysAdmin. Disetiap anda menjalankan Distro Linux anda tentu tidak dapat lepas dari terminal, ini akan mengembangkan pemahaman anda tentang sistem Linux. Walaupun pada kenyataanya pengoperasian linux tidak terlalu rumit apabila sudah mencobanya.

5. Open Source

Menggunakan linux tentu anda tidak akan terbebani oleh harga lisensi yang mahal, karena pada umumnya Distro linux itu bisa didapatkan secara gratis dan anda bisa memodifikasi sistem sesuai keinginan anda.

Dari banyaknya kelebihan Linux, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Apabila anda menemukan kelebihan lainnya bisa disampaikan dikolom komentar. Sukses selalu untuk Coders Indonesia.

Apa itu PHP dan Apa saja Kelebihannya ?

Apa itu PHP dan Apa saja Kelebihannya ?

Hallo sahabat setia SangCoders, pernahkan teman-teman berfikir bagaimana dan dengan apa situs-situs didunia ini dibuat ?, penulispun juga pernah berfikiran seperti itu. Sebernarnya sebagian besar situs didunia ini dibuat oleh/dengan bahasa pemrograman PHP. Mungkin teman-teman pernah membuka situs Facebook, dan mungkin juga pernah menemukan halaman dimana Facebook menggunakan akhiran .php nah sebernarnya Facebook juga salah satu situs yang menggunakan Bahasa Pemrograman PHP. Berbicara tentang PHP yuk kita berkenalan dengan Bahasa Programana PHP.

Sejarah PHP

Pada awalnya PHP diciptakan oleh seseorang yang bernama Rasmus Lerdorf pada tahun 1995, awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page , yang pada waktu itu masih bernama Form Interpreted (FI).

Urutan sejarah PHP

  1. 1995

    Awal kemunculan masih berupa skrip sederhana yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Dengan Perilisan kode sumber menjadi Open Source, sehingga banyak programmer yang tertarik untuk mengembangkan PHP

  2. 1997

    Rilis versi PHP/FI 2.0, Interpreter/Kompiler PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

  3. 1998

    Ditahun berikutnya, sebuah perusahaan bernama Zend , merilis PHP 3.0 dengan peningkatan kecepatan dan lebih baik. Disamping itu singkatan PHP diubah menjadi PHP: Hypertext Preprocessor yang merupakan akronim berulang.

  4. 1999

    Berikutnya perusahaan Zend merilis PHP 4.0 yang pada saat itu menjadi primadona dalam pembuatan web karena memiliki kecepatan yang tinggi yang juga stabil.

  5. 2004

    Setelah 5 tahun, Zend merilis PHP 5.0 yang sudah mendukung pemrograman berorientasi objek, dan memiliki banyak peningkatan yang sangat signifikan.

  6. 2017

    Kurang lebih 13 tahun melakukan banyak penelitian, Zend merilis PHP 7.0 dengan menambahkan dukungan yang mumpuni untuk OOP (Object Oriented Programming), juga peningkatan kecepatan yang jauh lebih baik.

Menjalankan PHP pada komputer

Untuk menjalankan PHP, kita membutuhkan software lainnya yaitu Web Server, dan didalam instalasinya sedikit berbeda untuk beberapa Operation System.

Untuk pengguna Linux Cara Menginstall PHP pada Linux

Untuk pengguna Windows Cara Menginstall PHP pada Linux

Kelebihan PHP

  1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.

  2. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.

  3. Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.

  4. Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.

  5. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Sekian artikel ini semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Salam Coders.

Sublime Text - Aplikasi Terbaik Untuk Coding

Kenapa Sublime Sangat Bagus untuk Programmer

Halo Smart People yang setia menunggu rilisnya artikel kami, kalau temen - temen lagi Coding biasanya pakai aplikasi apa sih ?, hmm… Notepad++ atau Adode Dreamweaver ya ??, tapi temen - temen sudah tahu aplikasi lainnya belum ?, yang pasti aplikasi yang satu ini sangat bagus dan enak untuk digunakan lho…, Aplikasi yang akan penulis bagikan disini adalah Sublime Text.

Sublime Text merupakan sebuah tools yang berupa Text Editor, aplikasi ini biasanya digunakan oleh para Programmer untuk menulis syntax. Aplikasi ini memiliki beberapa kelebihan yang akan penulis ulas sampai habis didalam artikel ini. Pokoknya baca sampai habis lho ya …

Kelebihan Sublime Text dari pada Aplikasi Sejenis

  1. Cross Platform

    Cross Platform ??, apa itu maksudnya ?, maksud dari kata Cross Platform ini berarti aplikasi ini bisa dijalankan diseluruh Sistem Operasi mulai dari OSX, Windows, dan Sistem Linux. Sehingga semua pengguna bisa dengan mudah menginstall dan mencoba aplikasi ini tanpa terhalangi oleh berbedanya sistem operasi.

    Tentunya ini merupakan suatu kelebihan tersendiri, berbeda dengan para pesaingnya yang pada umunya hanya bisa dijalankan dari sistem operasi tertentu.

  2. Ringan

    Dengan menggunakan aplikasi ini tentu tidak akan membuat komputer maupun pc teman - teman tidak kelelahan, karena faktanya ukuran aplikasi ini kira-kira hanya 20 MB saja, dan dengan penggunaan sumber daya yang sangat sedikit, tanpa penambahan plug-in yang tidak diperlukan.

  3. Memiliki banyak dukungan plugin

    Bila teman-teman ingin menambah fungsionalitas Sublime Text, bisa dengan sangat mudah. Contohnya apabila teman-teman ingin menambah fungsi Git pada aplikasi ini ataupun ingin menambah dukungan Syntax Highlighting untuk bahasa pemrograman tertentu

  4. Tampilan yang mudah disesuaikan

    Teman-teman pasti sangat bosan apabila setiap akan Coding hanya melihat tampilan yang itu-itu saja, tak pernah berganti sama sekali. Sublime Text memiliki kemampuan untuk mengganti tema dengan sangat mudah, tentu juga didukung oleh banyaknya variasi tema yang bisa didownload dari aplikasi itu sendiri.

    Sebagai catatan, untuk tampilan pada Sublime Text terbagi atas 2 bagian yaitu,

    1. Color Scheme

      Yakni tampilan pada kode yang diketik, setiap bahasa pemrograman tentu akan memiliki variasi warnanya sendiri, sesuai yang teman-teman aktifkan.

    2. Theme

      Yaitu tampilan aplikasi teman-teman (Sublime Text), mulai dari Sidebar, Menu, dan lain-lainnya.

    Dengan begitu banyaknya pilihan tampilan Sublime Text akan membuat teman-teman tidak bosan dan selalu merasa nyaman.

  5. Command Pallete

    Ini adalah menu yang jarang ditemukan pada Text Editor lainnya, dari menu ini teman-teman bisa menjalankan beberapa Sub-menu dari plug-in yang terpasang. Untuk menjalankan Command Pallete dapat dengan menekan CTRL + Shift + P untuk Linux dan Windows atau dengan menekan Super + Shift + P Untuk pengguna OSX.

    Dengan adanya menu Command Pallete akan sangat membantu dalam mengerjakan suatu aplikasi. Juga akan terlihat lebih Modern karena untuk menjalankan menu tidak menggunakan Pointer (Mouse) tapi menggunakan Keyboard.

  6. Semuanya dapat Diubah

    Maksudnya teman-teman bisa mengubah pengaturan pada aplikasi Sublime Text, menambahkan Snippet untuk membantu menyisipkan kode tertentu. Mengubah fungsi tombol, dan lain-lainnya. Untuk setiap konfigurasi tersebut umumnya tersimpan dengan format file JSON, sehingga mudah dibaca oleh manusia.

  7. Split Editing

    Apabila teman-teman memiliki komputer yang layar monitornya sangat lebar, fitur ini akan sangat membantu, karna teman-teman dapat melihat lebih dari satu file.

  8. Instant Project Switch

    Proyek didalam Sublime Text akan direkam dengan konten yang utuh, termasuk file yang sudah dimodifikasi dan file yang belum tersimpan. Ini akan sangat membantu apabila tiba-tiba aplikasi Sublime Text keluar ataupun komputer mati secara mendadak dan file tersebut belum tersimpan, sehingga teman-teman tidak perlu untuk menulis kode dari awal.

  9. Multiple Selections

    Ingin mengubah banyak perubahan dalam satu waktu ?, ini adalah solusi tepatnya, karena dengan fitur ini teman-teman bisa melakukan perubahan dalam satu waktu. Cukup dengan menekan tombol Ctrl + Shift + L dan diikuti oleh kombinasi Ctrl + D teman-teman bisa mengubah banyak kata dalam sekejap.

Kekurangan

Selain memiliki segudang kelebihan, aplikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan antara lain,

  1. Bukan aplikasi Open Source

    Cukup disayangkan aplikasi yang powerfull seperti ini bukanlah aplikasi yang di-Open Source-kan. Tetapi teman-teman juga perlu menghormati para developernya yang telah dengan senang hati membagikannya kepada kita semua

  2. Gratis tapi Berbayar

    Lha maksudnya apa itu ?, maksudnya begini, teman-teman tetap bis menggunakan aplikasi ini selama-lamanya tanpa membeli lisensinya, tetapi teman-teman akan cukup terganggu dengan perintah untuk membeli selama akan menyimpan file, walaupun perintah itu tidak sering muncul. Juga teman-teman bisa membeli Lisensinya dan terbebas dari perintah tersebut. Lha terus bedanya yang bayar dan gratis itu apa ?, tidak ada perbedaan dalam segi performa, fitur, tampilan, dan lain-lain.

Sebenarnya masih banyak kelebihan dan kekurangan dari aplikasi ini. Bila teman-teman ingin menambahkan silahkan ditulis ke kolom komentar ya. Semoga Bermanfaat.

Fakta !!!, HTML Bukanlah Bahasa Pemrograman

HTML bukanlah Bahasa Pemrograman
Hallo Smart People, kali ini penulis ingin menyampaikan suatu rahasia lho !!, rahasia apa tuh ?, sebenarnya ini sebuah rahasia bagi kalian yang berniat untuk mempelajari bahasa pemrograman terutama dibidang Web.

Tahukah kamu bahwa sebenarnya HTML, dan CSS itu bukanlah sebuah bahasa pemrograman, lha terus kalau bukan bahasa pemrograman itu bahasa apa donk ?. Okay, mari kita sedikit flashback untuk sedikit memahami arti HTML dan CSS itu Sendiri.

1. HTML

HTML merupakan kepanjangan dari HyperText Markup Language , perhatikan baik-baik 2 kata terakhir dari kepanjangan HTML tersebut, disitu tertera kata Markup Language yang berarti Bahasa Markah apabila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Ini berarti HTML hanya akan berisi bahasa markah. Terus bahasa markah itu apa ??. Okay, bila saya merujuk kepada KKBI, Markah berarti Tanda . Dan apabila teman - teman sudah sedikit belajar tentang HTML, mungkin teman-teman akan tahu apa arti tersebut. Bilapun teman - teman masih bingung/kurang paham akan saya jelaskan.

<a href="link.html">Ini Link</a>

Perintah diatas akan memberi tanda (Baca: Penanda) kepada browser supaya menampilkan anchor.

<img src="img.jpg" alt="Ini adalah gambar"/>

Begitupula dengan perintah img diatas, itu hanya akan memberi tahu browser untuk menampilkan gambar dengan nama img.jpg. Ini Juga berlaku untuk perintah yang lainnya

2. CSS

CSS merupakan kepanjangan dari Cascading Style Sheet , digunakan untuk mendekorasi/mempercantik tampilan dari sebuah halaman HTML. Sehingga dengan adanya CSS, setidaknya tampilan halaman HTML tidak monoton dan membosankan. Sama seperti HTML, CSS digunakan untuk memerintah browser agar menampilkan apa yang diperintahkan. Sebagai contoh

html {
    background: #000;
    color: #fff;
    font-size: 18px;
}

Arti dari kode diatas hanyalah untuk mengubah latar belakang/background, warna font, dan ukuran font untuk tag <html>.

Alasan HTML dan CSS bukanlah bahasa pemrograman

Apabila anda telah mengerti tentang HTML dan CSS, maka saya akan mengungkap satu rahasia Mengapa HTML dan CSS bukanlah Bahasa Pemrograman . Untuk pertama, marilah teman-teman mengetahui ciri-ciri Bahasa Pemrograman terlebih dahulu.

Bahasa Pemrograman harus memiliki 3 struktur

  1. Sequence (Urut dan Runtut)

    Sebuah bahasa pemrograman harus memiliki kode yang urut, dan logis. HTML dan CSS tidak memiliki struktur yang satu ini. Kenapa ??, sebab didalam HTML teman-teman bisa menulis tag

    <a href="link.html">Link</a>
    

    Tanpa dengan tag lengkapnya, seperti contoh

    <!DOCTYPE html>
    <html>
    <head>
        <title>Judul Halaman</title>
    </head>
    <body>
        <a href="link.html">Link</a>
    </body>
    </html>
    

    Tidak percaya !, silahkan dibuktikan dengan menulis satu tag html, lalu menyimpannya dan menjalankannya. Berjalan bukan ??.

  2. Selection (Pemilihan)

    Apakah teman-teman pernah melihat struktur pemilihan IF, maupun Switch pada HTML maupun CSS ???, tentu TIDAK !!!. Sebab HTML hanyalah sebuah bahasa markup, bukan bahasa pemrograman seperti PHP, ataupun JavaScript.

  3. Looping (Perulangan)

    Whoaa !!!, apa yang terjadi apabila teman-teman menginkan 100 Link yang sama, hanya berbeda judul saja, sudah pasti teman-teman akan menulisnya satu per satu. Karna struktur perulangan sama sekali tidak ditemukan didalam bahasa HTML.

Kalau HTML bukan Bahasa Pemrograman ?, Lantas kenapa saya harus mempelajarinya ?

Mungkin itu pertanyaan yang berada dalam benak teman-teman setelah mengetahui kenyataan tersebut. TAPI nyatanya hampir 80% situs web didunia ini menggunakan HTML untuk tampilannya, karena tanpa HTML sebuah situs web tidak akan memiliki tampilan yang bagus dan nyaman dipandang. Apalagi teman-teman ingin menjadi seorang Web Desainer, HTML, CSS, dan JavaScript sangat diperlukan.

Intinya HTML merupakan kerangka utama dari tampilan sebuah situs web, jadi penting sekali apabila teman-teman bisa menggunakannya.

Sekian artikel singkat dari saya ini, dan saya tidak berniat untuk menjelek-jelekkan suatu karya orang lain. Tetapi saya hanya ingin meluruskan pemahaman orang-orang yang salah kaprah tentan teknologi satu ini. Semoga bermanfaat